Intervensi Senam Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Kelurahan Situsaeur Wilayah Kerja Puskesmas Kopo Kota Bandung
Srihesty Manan

Abstrak
Abstrak

Hipertensi menempati peringkat pertama selama tahun 2016 di Puskesmas Kopo. Untuk menurunkan hipertensi, dapat di lakukan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan yaitu senam relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tekanan darah sebelum dan sesudah dilaksanakan senam relaksasi otot progresif serta menganalisis pengaruh terhadap tekanan darah. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experiment dengan rancangan one group Pre-test dan Post-test yang dilakukan 1x sehari dengan durasi 10 – 20 menit setiap hari selama 7 hari terhadap 34 responden diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi serta uji Wilcoxon dan diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05) baik sistolik maupun diastolik sehingga dari hasil penelitian menunjukan senam relaksasi otot progresif berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah baik sisitolik maupun diastolik. Tekanan darah responden sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar (65%) termasuk hipertensi stadium II, setelah dilakukan senam relaksasi otot progresif selama 7 kali, sebagian besar dari responden termasuk hipertensi stadium I (59%) perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi, sistolik 161,47 mmHg, diastolik 99,12 mmHg dan sesudah intervensi yaitu: sistolik 140,59 mmHg dan tekanan darah diastolik 88,82 mmHg, hal ini karena saat melakukan senam relaksasi otot progresif tubuh akan bekerja untuk dapat meningkatkan relaksasi dengan menurunkan aktivitas saraf simpatis dan meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis yang dapat melepaskan neurotransmitter asetikolin untuk menghambat aktifitas saraf simpatis dengan menurunkan kontraktilitas jantung, vasodilatasi arteriol dan vena, kemudian menurunkan tekanan darah, sehingga senam relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologi dalam penanganan hipertensi di Puskesmas maupun di masyarakat.

 



© 2017 copyright | Design & Programming by ICT STIK Immanuel | Login