Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Caringin
Kiki Kristiandi

Abstrak
Abstrak

Hipertensi (blood preassure) merupakan salah satu penyakit yang tidak menular (PTM) yang teradi karena gaya hidup dan asupan yang tidak baik. Kemenkes RI menyebutkan angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 25,8% pada usia 18 tahun ke atas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7% pederita hipertensi menderita stroke dan berkembang 1,5% menjadi penyakit jantung, 0,13% gagal jantung dan 0,2% gagal ginjal. Hipertensi dapat terjadi salah satunya karena status gizi, perubahan pola makan yang tinggi lemak, protein dan garam namun rendahnya serat pangan menyebabkan terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Caringin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel secara analisis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan diwilayah cakupan Puskesmas Caringin, Kota Bandung. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan posbindu yang memiliki tingkat prevalensi yang cukup tinggi, serta kemudahan dalam akses fisik dan perizinan. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 42 sampel. data yang diperoleh di analisis dnegan mengggunakan univariat dan bivariat. Penelitian dilaksanakan bulan November 2016.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan uji statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh nilai P = 0,659 > α = 0,05 artinya tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian hipertensi. Hal ini menunjukan bahwa status gizi tidak berpengaruh langsung terhadap kejadian hipertensi.
Disarankan bagi usia > 18 tahun memeriksakan tekanan darahna dan menerapkan pola hidup sehat.
Kata Kunci: status gizi, hipertensi, Puskesmas Caringin
 



© 2017 copyright | Design & Programming by ICT STIK Immanuel | Login