Perbedaan Frekuensi Kejadian Eneuresis pada Anak Usia 27-36 Bulan Yang Dilakukan Toilet Training di RW 03 Kel Margasuka Kec Babakan Ciparay Puskesmas Cibolerang Kota Bandung Tahun 2015
Ria Angelina

Abstrak

Abstrak

Toilet training merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu  mengontrol buang air kecil dan buang air besar. Penelitian  Kurniawati dkk (2007) menyatakan bahwa terdapat 52% anak mengompol dengan frekuensi sering sekali. Kebiasaan mengompol ini apabila berlangsung lama dan panjang, akan mengganggu pencapaian tugas perkembangan anak.  Studi pendahuluan didapatkan 5 orang ibu di puskesmas Cibolerang mengatakan anaknya masih mengompol dan buang air besar di celana dan tidak pernah ke toilet secara mandiri. Berdasarkan uraian tersebut  Adakah pengaruh toilet training dengan kejadian eneuresis pada anak usia todler di RW 03 Kelurahan Marga Suka  Kota Bandung. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan kejadian eneuresis buang air kecil dan buang air besar pada anak usia 27-36 bulan saat dilakukan toilet training. Adapun jenis penelitian kuasi eksperiment desain penelitian ini adalah pre test – post test control group desain. Penelitian  pada kelompok anak usia todler usia  27-36 bulan. Adapun sampel yang digunakan dengan menggunakan total sampling sebanyak 30 anak. Analisis bivariat uji  Dependent t test nilai mean 2,033 dengan standar deviasi 0,414. Hasil uji statistik di dapatkan nilai 0,001 maka ada perbedaan yang signifikan antara frekuensi anak todler yang berkemih atau buang air besar di toilet sebelum dan setelah dilakukan toilet training.  Saran bagi  pelayanan keperawatan perlu dilakukan pelatihan pada orangtua dan guru di sekolah seperti taman bermain anak (PAUD ) dengan memodifikasi pelatihan anak melalui audiovisual tentang berkemih atau penggunaan toilet dengan memperhatikan  toilet yang nyaman dan menarik bagi anak untuk dapat menjadi evidence based.

 

Kata Kunci: Eneuresis, Toilet Training
 



© 2017 copyright | Design & Programming by ICT STIK Immanuel | Login