Analisis Penyebab Kekosongan Obat Kusta di RS. X Tahun 2014
Gugum Pamungkas & Dewi Nurhasanah

Abstrak

Latar Belakang: Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan harus seimbang dengan kebutuhan, persediaan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan terjadinya stock out. Obat kusta disediakan oleh Negara dan gratis, untuk memutuskan mata rantai penularan, menyembuhkan penyakit penderita dan mencegah terjadinya cacat atau mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kekosongan obat kusta di RS. X pada tahun 2014.

Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap enam responden, diantaranya satu informan ahli, satu informan kunci, dan empat informan triangulasi sumber.

Hasil dan pembahasan: Didapatkan hasil dari empat informan bahwa penyusunan perencanaan obat kusta dilakukan setiap tiga bulan sekali atau tribulan, oleh apoteker bidang perbekalan dengan metode konsumsi. Dalam pengadaannya, pada tahun 2014 obat yang disediakan kurang dari permintaan dikarenakan pendistribusian obat difokuskan untuk Dinas Kesehatan Kota atau Provinsi. Mengatasi kekosongan pihak rumah sakit melakukan permintaan ke SubDir Kusta Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi, dan merujuk pasien ke puskesmas untuk mendapatkan obat. Back order tidak sesuai dengan lead time karena pegawai memiliki pekerjaan yang banyak. Evaluasi dilakukan sebelum perencanaan kembali, namun hanya dilakukan hanya pada akhir tahun. Kekosongan dapat menghambat proses penyembuhan penderita. Oleh sebab itu pada tahun 2015 RS. X sesuai dengan visinya yaitu sebagai pusat rujukan kusta nasional, mereka hanya menerima penderita kusta dengan rujukan saja.

 

Kata Kunci       : Persediaan Obat, Kekosongan, Obat Kusta

 



© 2017 copyright | Design & Programming by ICT STIK Immanuel | Login